DIGITALISASI MENAWARKAN EFISIENSI DAN KECEPATAN. MENGUBAH PERILAKU MANUSIA TIDAK TERKECUALI PADA SEKTOR PETERNAKAN DALAM TRANSAKSI HEWAN TERNAK
By, terik.id
21 Apr 2023
Published at:
Jum, 21 Apr 2023 pukul 12.47
Industri penggemukan sapi di Indonesia terus berkembang dengan pesat. Salah satu faktor kunci dalam mencapai kesuksesan dalam industri ini adalah memilih dan membeli bakalan sapi yang baik dengan biaya yang relatife murah. Harga bakalan pada usaha peternakan bukan hanya terkait berapa bobot badan ternak dan harga per kg ternak, namun biaya yang keluar dalam proses tersebut menjadi beban operasional yang akan dimasukkan dalam beban pembelian bakalan ternak. Memahami proses dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan saat membeli bakalan sapi akan membantu peternak dalam mengoptimalkan hasil usaha penggemukan sapi mereka.
Pada pembelian sapi secara konvensional dapat dilakukan dengan secara langsung masuk ke kandang-kandang breeding peternakan rakyat atau kandang komunal. Cara ini memerlukan effort besar berkaitan dengan waktu, tenaga dan biaya operasional. Pembelian sapi juga dapat dilakukan dengan memilih sapi di pasar hewan dengan konsekuensi harus pandai menawar harga sesuai dengan standart harga saat itu. Pembelian sapi bukan hanya mempertimbangkan harga namun juga spesifikasi, terlebih pada sapi dengan peruntukan sebagai bakalan penggemukan.
Dengan digitalisasi suatu perusahaan yang bergerak dalam usaha peternakan memungkinkan melakukan pembelian sapi dengan sangat efektif dan efisien. Sapi yang terbeli merupakan sapi dengan spesifikasi yang diharapkan dengan harga beli yang diharapkan. Pada cara pembelian sapi konvensional pembeli (industri) terpisah dengan penjual sehingga informasi keberadaan sapi yang akan dijual, standarisasi harga, spesifikasi yang diinginkan sangat terbatas. Peternak bisa membuat produk sapinya sebagus mungkin namun belum tentu menemukan pembeli yang membutuhkan produk tersebut. Sehingga waktu yang dibutuhkan akan sangat lama pada titik temu kebutuhan masing-masing antara peternak sebagai penjual dan kandang penggemukan atau RPH sebagai pembeli.
Dengan memanfaatkan system tekhnologi dengan mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan dasar pada pembelian sapi secara konvensional CEO Terik Fatihur Rohmat menyatakan bahwa,”Secara internal Terik sudah tersedia system pembelian sapi secara digital yang memungkinkan pembelian sapi dapat dilakukan dimana saja dengan spesifikasi terkontrol. Cara ini lebih efisien dan aman meski masih menggunakan tenaga Quality Control internal, namun demikian diyakini sudah banyak membawa keuntungan besar terutama dalam waktu dan keamanan transaksi”.
Dengan digitalisasi pembelian ternak dapat dilakukan kapan saja dengan pilihan spesifikasi dan harga yang lumayan banyak. Sehingga dapat lebih kritis dalam mengambil keputusan ternak dibeli atau harus melalui negosiasi lanjutan. Dengan system yang terpasang dan saling terintegrasi pengambil keputusan hanya cukup memantau data-data yang tersedia mulai dari harga ternak, karakteristik ternak, bobot ternak dan lain-lain. Adi S. COO Terik menambahkan, “system berjenjang dalam proses konfirmasi persetujuan dalam program internal ini memberi dampak signifikan pada hasil ternak yang terbeli dan tentunya transparansi membawa era yang lebih kompetitif, meskipun dirasa program ini sudah cukup namun harus terus dilakukan perbaikan guna manfaat efisiensi yang lebih baik”.